Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

Dusun Brau merupakan salah satu dusun yang terletak di kawasan Kota Batu, Jawa Timur. Dusun ini menawarkan panorama alam perbukitan yang sejuk serta pengalaman wisata edukatif seperti memerah susu sapi secara langsung dan berkeliling fasilitas pengolahan susu. Selain potensi wisatanya, Dusun Brau Juga menjadi sentra peternakan sapi perah terbesar di wilayah setempat. Hampir seluruh warga Dusun Brau berprofesi sebagai peternak. Berdasarkan dari detik.com, populasi sapi perah yang ada pada Dusun Brau 3 kali lebih banyak dari jumlah penduduk pada 2024. Setiap ekor sapinya dapat memproduksi susu segar hingga 30 liter setiap harinya. Sebagian besar susu segar yang diproduksi dikirim kepada pabrik pengolah susu di sekitar, sebagian kecil diolah menjadi keju mozarella dan susu pasteurisasi yang dikirim ke SPPG setempat serta menjadi yogurt sesuai permintaan.
Namun, aktivitas tersebut menghasilkan konsekuensi kepada lingkungan. Limbah cair seperti limbah whey dari pembuatan keju mozarella menjadi sebuah masalah serius. Limbah tersebut mengandung laktosa, protein lemak serta mineral dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan bau menyengat jika dibuang di tanah tanpa diberi perlakuan. Data teknis juga menunjukan whey memiliki BOD dan COD yang tinggi. Angka ini dapat jauh melampaui baku mutu air limbah yang ditetapkan pemerintah untuk dibuang ke badan air.
BOD dan COD yang terlalu tinggi pada limbah whey menyebabkan masalah amoniasi. Bersamaan dengan kotoran ternak yang tak terurus dengan baik masalah ini menjadi sangat serius. Paparan amonia dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata dan kulit. Sayangnya kesadaran warga untuk melakukan pengolahan limbah tersebut masih rendah. Terdapat pengolahan kotoran ternak menjadi biogas tetapi tidak dilakukan dengan optimal.
Selain itu, proses pasteurisasi susu yang belum terekam dengan jelas membuat kualitas susu pasteurisasi yang dihasilkan belum optimum dan stabil. Hal ini berakibat dengan susu yang dihasilkan terkadang menggumpal saat mencapai di SPPG atau bahkan tidak layak untuk dikonsumsi. Belum pula tidak ada suatu sistem kelembagaan pengelola wisata yang bersifat formal dan terstruktur. Hal ini berakibat tidak adanya sistem dan alur pelayanan yang jelas. Disamping itu tidak ada promosi yang berjalan dengan terus menerus dan konsisten serta kurangnya profil wisata dan dusun membuat wisata perah susu sapi kurang diketahui oleh khalayak banyak.
Merujuk pada kondisi tersebut, pada kegiatan kali ini dirancang 4 program kerja. Yang pertama ialah penerapan SPC untuk memantau parameter selama pasteurisasi. Kedua ialah pengolahan limbah whey sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan. Ketiga adalah sosialisasi untuk amonia dan sexing dan terakhir adalah pembentukan kelembagaan wisata dan pembuatan video profil wisata dan dusun.